Kayanya udah rahasia umum kalau saya putus sama si Langit alias Pangeran Skotlandia alias Kakanda Sayang itu. Makanya saya jadi merasa harus menghapus lagu-lagu yang dulu dia rekomendasikan (atau yang saya dengan sengaja cari sendiri demi mencocokkan dengan seleranya).
Dan ternyata di dalam library saya juga masih banyak artis artis kesukaan si crush-empat-tahun-gak-kelar yang dulu itu :')
Jadi, last.fm itu, social media di mana kita bisa tau kecocokan selera atau musical compatibility kita dengan user lain. Yah selain fungsi utama dia buat dengerin musik gratis dan nge-update lagu yang lagi kita denger (kaya ngetweet tapi isinya nowplaying semua). Tingkatan kecocokannya itu mulai dari VERY LOW yang ditandai dengan bar warna abu-abu, LOW (hitam), MEDIUM (ungu), HIGH (hijau), VERY HIGH (kuning), dan paling tinggi tentunya SUPER (merah).
masih belum ngeh ya hubungannya di mana?
nah, jadi sebelum saya terjebak sama si pangeran itu, saya mengejar si crush-4-tahun-gak-kelar lewat musik! semua lagu yang dia dengerin saya dengerin juga. taunya dari mana? ya dari last.fm doi lah :p (demi kenyamaan dan privacy akun last.fm dia tidak akan saya bocorkan di sini). ya itu, kenapa tiba tiba saya jadi dengerin lagu-lagu classic rock, adalah agar saya jadi punya bahan obrolan sama dia, atau setidaknya berharap dia notice kalau saya dengerin lagu yang sama kaya dia. Ngefek sih, beberapa kali kami saling berbalas shout di last.fm, dan chat di facebook juga (kyaaaaaa) yang kemudian berakhir dengan saya bertemu dia dan dia ngasih denger saya lagu baru bandnya :3 sayangnya mentok mentok saya sama dia cuman sampe warna ungu :( paling tinggi cuman kuning, gak pernah merah alias SUPER :( ah udah ah gak usah dibahas lagi, udah kandas duluan toh. kayanya satu-satunya penyanyi kesukaan dia yang nempel di saya ya cuman Nirvana,dan.. oh sama Blind Melon juga. Entah, mungkin emang karena cocok di kuping, atau karena banyaknya side story dari si Nirvana ini yang bikin saya tertarik sama band ini.
NAH kemudian, dunia saya berubah saat sang serigala menyerang :)))
Tadinya saya gak pernah memaksakan untuk suka jenis musik yang dia dengerin. Karena memang motif pertama kami dekat adalah kenyamanan (atau kebutuhan?). Tapi lama-lama saya melihat usaha dia untuk mulai mendengarkan lagu yang saya dengarkan, buktinya dia jadi ikutan fanbase Arctic Monkeys gegara saya :p (yang sekarang malah jadinya saya tinggalkan karena hubungan antara kami jadi gak baik, dan itu ngefek ke temen temen di Arctic Monkeys Jakarta juga). Sebelumnya saya tau dia selalu dengar Oasis, karena mantannya fans berat Gallagher bersaudara. Tapi kemudian, setelah putus dia kerjanya nyela nyela Oasis dan band indie yang ngecover Oasis. duh! (which is kejadian yang sama juga menimpa saya setelah kami putus).
Nah si serigala ini sukanya dengerin Jimi Hendrix. Jadi lah waktu di tengah tengah kedekatan kami saya sibuk mendownload discography nya Jimi Hendrix :') dan lagu lagu lain yang dia rekomendasikan ke saya macem REO Speedwagon, Rufio, daaaaan City and Color :)) (lagu kenangan kami Northen Wind-nya City and Color, btw, yang kemudian menginspirasi panggilan Angin dan Langit).
Saya orangnya suka lagu-lagu band indie. Bukan yang 90s tapinya, 2010-an keatas kebanyakan. Saking indie-nya band yang saya dengerin gak ada yang tau :)) Kebanyakan saya tau band-band ini dari rekomendasinya last.fm di tab free download mereka.
Dia? ya itu, dia sukanya Jimi Hendrix, blues gitu gitu lah (btw saya ketemu dia di konsernya Gugun and the BLUES Shelter *yang akhirnya jadi dia benci juga karena band ini ngingetin dia alasan kenapa dia putus sama pacarnya which is karena jalan sama saya!!! OH GOD *padahal katanya waktu itu mereka udah putus karena pacarnya selingkuh).
Menjelang akhir hubungan kami yang sangat singkat, dia mulai suka nyela nyela saya karena suka band indie (pretentious lah, gak berbakat lah, kedengeran sama semua lah, etc etc etc pokoknya menurut dia band indie tuh jelek!) Oh ada sih temennya dia yang suka band indie juga tapi dipuji terus sama dia karena katanya she has the basic (oh yeah *rolled eyes*).
Setelah kedua kejadian ini, saya dapat pelajaran, gak usah maksa untuk suka sama apapun yang disukai sama orang yang kamu suka, kalau ternyata emang beda dan gak nyambung sama kamu sendiri. You'll end up like me :) berpura pura sampai akhir cuma demi 'kecocokan' semu yang artifisial dan sementara. Bahkan menurut saya, kalau emang selera musik kalian udah gak cocok, mending gak usah dipaksa dari awal. GAK AKAN NYAMBUNG. Dari pada kalau kalian berantem, urusan sesepele selera musik yang beda ini jadi bahan percekcokan juga, lebih gak lucu kan?
Umm, tapi saya gak tahu sih ya, hal ini berlaku apa gak buat cowo yang ngefans sama idol grup jepang atau cewe yang suka Kpop boybands. Mungkin ada yang bersedia berbagi pengalaman percintaan lintas selera musik?

Hi Poser :)
BalasHapus