Minggu, 08 Juli 2012
Halo?
Halo? Dengan Bapak William?
Ya, saya Riesti. Saya ingin mengajukan surat pengunduran diri, Pak.
Ya, ya, memang saya sudah bekerja mencintai Pak William selama empat tahun ini. Tidak, tentu saja tidak, tidak ada masalah pribadi yang mendorong saya. Bukan, Pak, masalahnya tidak datang dari Bapak. Oh, ya, tentu saya menginginkan jenjang karier, Pak. Selama ini saya tidak pernah dipromosi. Kinerja? Bagaimana dengan kinerja saya? Bapak memang tidak pernah menyaksikan secara langsung pekerjaan saya. Hal ini saya lakukan semata-mata demi profesionalitas dan loyalitas saya terhadap Bapak. Oh, bukan, saya tidak mengharap kenaikan gaji, Pak. Saya juga memaklumi hati Bapak sudah memiliki banyak pegawai terutama pegawai wanita seperti saya. Saya rasa tidak akan ada masalah kalau seorang pegawai saja mengundurkan diri.
Bagaimana, Pak? Kontrak kerja? Kontrak kerja saya memang masih sampai empat tahun lagi. Ya, saya tidak masalah dengan pembatalan kontrak kerja. Ya, ya, saya mengerti dengan konsekuensi pembatalan kontrak kerja ini, Pak. Ganti rugi? Saya rasa tidak ada konsekuensi lain yang harus saya tanggung selain pemutusan hubungan kerja antara saya dan Bapak William.
Tidak, Pak. Bapak tidak perlu membicarakan atau memikirkan lagi hal ini. Saya sudah mengirimkan surat pengunduran diri kepada HRD Cinta Co., milik Bapak William. Tujuan saya menelepon Bapak secara khusus adalah agar tidak ada dendam pribadi atas keputusan saya yang mendadak ini. Dan harap Bapak ketahui pula, pengunduran diri saya tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan lain. Belum, saya belum mengirimkan lamaran pekerjaan kepada hati yang lain.
Sudah, ya, saya rasa begitu saja, Pak. Cukup, cukup, baik, Pak. Terima kasih atas kerja sama dan kebaikan Pak William selama ini.
Selamat sore.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
:'(
BalasHapus